Senin, 26-09-2022 | Jam Digital
18:42 WIB - Menkumham : Terapkan Prinsip 4L : To Live, To Love, To Learn, To Leave Legacy | 18:08 WIB - Bansos Ojek Hingga Nelayan Jadi Prioritas di APBD-P Riau 2022 | 18:06 WIB - Facebook dan Instagram Langgar Hak Kebebasan Berekspresi Warga Palestina | 18:05 WIB - Dispora Riau akan Hitung Kerugian Kerusakan Stadion Utama | 18:03 WIB - Menkumham Yasonna Kunjungi Kanwil Kemenkumham Riau | 18:02 WIB - Gempa M 6,4 Guncang Aceh, Begini Penjelasan BMKG
www.mimbarkita.com
 
Gampang Marah?
Parasit Bersarang dalam Otak Anda
Sabtu, 26-03-2016 - 08:35:19 WIB

Marah merupakan kondisi alamiah sifat manusia untuk memertahankan dirinya dalam menghadapi suatu kondisi. Setiap orang pasti pernah mengalaminya, karena berbagai macam pemicu dan alasan yang menyebabkan emosi meledak. Selama ini kemarahan selalu dikaitkan sebagai keadaan psikologis, bisa karena ketidak-nyamanan atau sakit hati terhadap suatu hal. Namun marah yang berlebihan dan terlalu sering bukan hanya karena sekedar tempramen.

Selain keterkaitannya dengan tekanan darah, keadaan marah yang terlalu sering secara psikologis disebut sebagai Intermitten Explosive Disorder (IED). Orang dengan keadaan ini memilki sifat impulsif, tingkat ledakan agresifitas secara verbal maupun fisik yang tidak sesuai dengan proporsi keadaan yang membuat mereka marah
 
Jika anda menemui seseorang dengan ciri-ciri IED, bisa jadi ada parasit dalam otak mereka. Penelitian terbaru membuktikan bahwa ada hubungan antara IED dengan adanya infeksi Taxoplasma Gondii  pada otak. Parasit ini sudah banyak diketahui mampu mempengaruhi perilaku organisme yang diinfeksinya. Selain itu, keberadaan parasit ini di otak juga terkait dengan gangguan Skizofrenia dan Bipolar.

Untuk membuktikan keterkaitan antara Taxoplasma Gondii  dengan tingkat agresifitas, sebuah penelitian dilakukan di Universitas Chicago yang dipimpin oleh Emil Coccaro, dengan mengambil sampel 358 orang dewasa. Untuk mengelompokkan mereka kedalam tiga bagian yaitu orang dengan IED, orang dengan kondisi kejiwaan lainnya, dan orang denganyang tidak didiagnosis dengan keadaan kejiwaan apapun. Dan hasil penelitian menunjukkan bahwa orang dengan infeksi T.Gondii lebih signifikan memilki skor tinggi pada tingkat kemarahan dan agresi.

Parasit ini dipercaya telah tinggal pada hampir 60 % populasi manusia. Dan tidak hanya manusia parasit ini awalnya berasal dari organisme lain seperti tikus, babi, domba dan kucing. Penularan pada manusia biasanya melalui konsumsi daging mentah atau kurang matang, air yang terkontaminasi, kebiasaan tidak cuci tangan dan kontak dengan kotoran kucing yang terinfeksi. Dan sayangnya parasit ini sangat sulit dibunuh.

Namun bukan berarti setiap orang pemarah dan berperilaku agresif disekeliling anda adalah orang dnegna infeksi parasit ini, karena penelitian hanya menunjukkan bahwa orang dengan infeksi tersebut memilki tingkatkemarahan dan agresi lebih tinggi. Dan bisa jadi orang pemarah lainnya tidak terinfeksi jika mereka menjaga gaya hidup mereka dengan tidak memakan daging mentah atau menjaga kebiasaan cuci tangan mereka.***)




 
OPINI
Anggota DPRD KAMPAR, ANOTONA NAZARA, SE
Berjuang Dalam Keterbatasan
Pembangunan Indonesia Maju : Anatomi Kepemimpin Polri dan Atmosfir Kemajuan Bhayangkara
OPINI
PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA INDONESIA
Mengenal Anotona Nazara
28-05-2018 | 08:12 Wib
14 Tahun Tabloid BIDIK
Opini : Bidik vs SPS
Gampang Marah?
Parasit Bersarang dalam Otak Anda
Kavaleri Udara
'Kuda' Perang Tangguh dan Benteng Serangan Terorisme
 

Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Suara buruh | Kepulauan Nias
Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
Opini | Redaksi | Index
Pedoman Berita Siber

Copyright © 2015-2016 mimbarkita.com
Suara Keadilan Untuk Kebenaran