PDIP memastikan tidak akan mengusung kadernya yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, seba" />
Senin, 26-Oktober-2020 | Jam Digital
16:07 WIB - Kapolres Sergai Resmikan Kedai Murah di Masa Pandemi Covid-19 | 14:29 WIB - Gubri Syamsuar Panen Buah di Kebun Edukasi Rohil | 14:26 WIB - Walikota Pekanbaru: Peran Petani Besar dalam Jaga Ketahanan Pangan | 14:21 WIB - Cegah Covid-19, Bupati Kuansing Larang ASN Keluar Daerah Saat Libur Panjang | 14:20 WIB - Digelar dengan Protokol Kesehatan, Musprov IV APINDO Dibuka Sekdaprov | 08:30 WIB - Polda Riau Dalami Bukti Dugaan Pemalsuan Data Pasien Covid-19
www.mimbarkita.com
 
Didukung PKS dan Demokrat,
Djarot Pastikan PDIP Tak Usung Akhyar Nasution
Senin, 20-07-2020 - 13:04:04 WIB

TERKAIT:
 
  • Djarot Pastikan PDIP Tak Usung Akhyar Nasution
  •  


    Medan (Mimbarkita) – PDIP memastikan tidak akan mengusung kadernya yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, sebagai calon Wali Kota Medan pada Pilkada Serentak 2020. Penyebabnya, Wakil Ketua DPD PDIP Sumut itu telah lebih dahulu mendapat dukungan dari PKS dan Partai Demokrat.

    “PDIP tidak akan berkoalisi dengan Demokrat dan PKS untuk kontestasi pilkada ke depan,” ujar Plt Ketua DPD PDIP Sumut, Djarot Syaiful Hidayat, kepada wartawan, Minggu (19/7/2020).

    Keputusan tersebut diambil, kata Djarot, karena kedua partai dinilai berlawanan dengan Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). “Aspirasi untuk tidak bekerja sama dengan Partai Demokrat dan PKS juga banyak saya terima. Hal tersebut juga positif. Dengan kebersamaan antara Demokrat dan PKS yang berada di luar pemerintahan, sehat bagi demokrasi,” ungkapnya.

    Dijelaskannya, dalam mengusung calon kepala daerah, termasuk Gibran dan Bobby Nasution, PDIP mengambil keputusan atas dasar pertimbangan ideologis. “Utamanya bagaimana Pancasila dijalankan dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelasnya.

    Djarot menjelaskan, PDIP selalu mendorong, kerja sama politik dengan seluruh partai pengusung pemerintahan Jokowi. Katanya, kerja sama parpol dalam pilkada merupakan embrio kerja sama untuk Pemilu 2024.

    “PDI Perjuangan sendiri memilih terus mengedepankan semangat gotong royong dan siap bekerja sama dengan parpol pendukung pemerintah,” ujarnya.

    Seperti diketahui, di Solo, kandidat yang diusung PDIP dan koalisinya adalah Gibran-Teguh, sementara PKS dan Demokrat tak ada sebagai pengusung.

    Di Kota Medan, kedua partai memberikan dukungan kepada petahana yang juga kader PDIP Akhyar Nasution, bertarung dengan Bobby Nasution, yang juga kader partai banteng moncong putih.(aoc)



     
    Berita Lainnya :
  • Djarot Pastikan PDIP Tak Usung Akhyar Nasution
  •  
    Komentar Anda :

     

     
     
     
    TERPOPULER
    1 Niat Hati Pinjam Uang,Justru Dibawa ke Hotel Diperkosa Berkali-kali
    2 Ibu Pergoki Putrinya Lagi Asyik Indehoy dengan Pacarnya
    3 Penemuan Mayat di Bandara
    Terkuak, Ternyata Bukan Lilitan Lakban Penyebab Tewasnya Firzha
    4 Geger..Penemuan Jenglot ! Dirontgen dan Tes DNA, Ternyata Hasilnya..
    5 PJ KADES BAWOHOSI VIKTOR MANAO,
    BERSEDIA MELAKSANAKAN DD TA.2018 YANG SUDAH TERLAMBAT.
    6 Seorang Kakek Ditabrak Motor
    Saat Menyeberang Jalan
    7 Korupsi Peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih
    Bupati Bengkalis Mangkir dari Panggilan KPK
    8 Fakta Baru: Selain Sakit Hati,Memang Niat Memperkosa
    9 Seorang Pria Tewas Saat Mandi di Air Terjun Batu Dinding Kampar
    10 Kepala Hancur, Otak Berserakan, Leher Koyak, Ilham Parapat Tewas
     

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Suara buruh | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Opini | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2015-2016 mimbarkita.com
    Suara Keadilan Untuk Kebenaran