Kepala Bea Cukai Tembilahan, Ari Wibawa Yusuf, akhirnya selesai diperiksa di Polda Riau, Kamis (21/1/2021) malam. Pria berkaca mata itu " />
Rabu, 03-Maret-2021 | Jam Digital
00:05 WIB - Airlangga: Ekonomi Indonesia Sudah On The Track | 00:02 WIB - Kasmarni Buka Musrenbang Kecamatan Pinggir | 00:00 WIB - Ketua TP PKK Kota Dumai Bagikan Masker di Pasar Senggol | 23:52 WIB - Sekda Arfan Usman Ikuti HUT Damkar ke 102 Tahun, Tingkat Nasional | 23:49 WIB - Kampar Terima Penghargaan Pelayanan KB MKJP Terbaik Tingkat Provinsi Riau | 23:47 WIB - Bupati Kampar Pimpin Rapat Akhir Persiapan Pelaksanaan MTQ Ke 51
www.mimbarkita.com
 
Kepala Bea Cukai Tembilahan Dicecar 20 Pertanyaan
Kamis, 21-01-2021 - 23:30:17 WIB

TERKAIT:
 
  • Kepala Bea Cukai Tembilahan Dicecar 20 Pertanyaan
  •  

    PEKANBARU (Mimbarkita.com)  - Kepala Bea Cukai Tembilahan, Ari Wibawa Yusuf, akhirnya selesai diperiksa di Polda Riau, Kamis (21/1/2021) malam. Pria berkaca mata itu dicecar 20 pertanyaan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau.

    Ari yang mengenakan kemeja putih diperiksa di Lantai II Gedung Ditti Polda Riau, Jalan Pattimura, ada pukul 10.00 WIB. Sekitar pukul 12.00 WIB, ia bersama rombongannya keluar dari ruang pemeriksaan untuk istirahat.

    Pemeriksaan kembali dilanjutkan setelah pukul 13.00 WIB. Selain Ari, penyidik juga memeriksa Kepala Seksi Penindakan Bea dan Cukai Karimun, Kabupaten Kepulauan Riau, Gunar Wiratno.

    Kedua pejabat Bea Cukai itu diperiksa terkait penembakan yang menewaskan H Jumhan alias H Permata. Pengusaha asal Batam itu tewas ketika petugas Bea Cukai berupaya menggagalkan penyelundupan 7,2 juta batang rokok ilegal di Perairan Indragiri Hilir, Jumat (15/1/2021).

    Pemeriksaan Ari berakhir sekitar pukul 21.35 WIB. Saat keluar dari ruangan pemeriksaan, tampak Ari didampingi sejumlah orang dari pihak Bea Cukai.

    Wartawan yang telah menunggu Ari sejak siang hari mencoba melakukan konfirmasi. Ari dan rombongan terus berjalan ke arah kendaraan yang sudah menunggunya untuk pergi dari Mapolda Riau.

    "Pada prinsipnya, pemeriksaan berjalan lancar. Kami tentunya menghormati dan mendukung proses hukum yang sedang berlaku. Jadi kita tunggu seperti apa hasilnya," kata Ari sambil terus berjalan.

    Ari mengaku diberi 20 pertanyaan oleh penyidik. Ketika ditanya terkait penembakan, ia menyatakan diserahkan ke proses hukum. "Kita kembalikan kepada proses hukum yang sedang berjalan," tutur dia.

    Namun kejadian kurang mengenakan terjadi. Ketika itu, seorang pria berkacamata yang mengenakan baju batik mencoba menghalangi kerja awak media.

    Pria itu mendorong wartawan yang sedang merekam gambar wawancara dengan Ari sehingga sempat terjadi ketegangan. Dalam hitungan menit, Ari dan rombongan sudah masuk ke mobilnya dan meninggal Mapolda Riau.

    Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Teddy Ristiawan, mengatakan, pihaknya sedang mengalami kasus penembakan H Permata.

    Kasus ini awalnya dilaporkan oleh pihak keluarga H Permata ke Polda Kepulauan Riau. Namun sejak 18 Januari 2021, kasus ditangani Polda Riau karena lokasi kejadian di Provinsi Riau.

    Teddy menyebutkan, H Permata mengalami lima luka tembak di bagian dada. Lima proyektil sudah dikeluarkan dari tubuh korban dan diuji di Laboratorium Forensik Polda Riau.

    Terkait jarak tembakan antara petugas Bea Cukai dengan para korban, Teddy belum mengetahuinya. Begitu juga senjata yang digunakan karena proyektil harus diuji terlebih dahulu di Labfor Polda Riau.

    "Kita belum tahu soal jarak penembakan. SOP (standar opersional prosedur) penangkapannya juga sedang kita pelajari," kata Teddy.

    Dari penyelidikan yang dilakukan, terungkap kalau bukan hanya H Permata yang tertembak. Tiga orang anak buah H Permata juga ditembak, dan satu tewas.

    Korban tewas adalah Bahar, nakhoda kapal yang ditumpangi H Permata. Ia meninggal Selasa (19/1/2021) dan telah dikebumikan di Tembilahan. Bahar mengalami luka tembak di kepala. Penembakan dilakukan dari arah depan

    Korban ketiga adalah Abdul Rahman. Korban mengalami luka tembak di telapak kaki sebelah kiri. "Dapat tujuh jahitan," ucap Teddy.

    Korban terakhir adalah Irwan, yang juga merupakan warga Inhil. Ia mengalami luka di lengan sebelah kiri. "Semua korban berada dalam satu kapal," kata Teddy.***

    Sumber : Cakaplah.com




     
    Berita Lainnya :
  • Kepala Bea Cukai Tembilahan Dicecar 20 Pertanyaan
  •  
    Komentar Anda :

     

     
     
     
    TERPOPULER
    1 Niat Hati Pinjam Uang,Justru Dibawa ke Hotel Diperkosa Berkali-kali
    2 Ibu Pergoki Putrinya Lagi Asyik Indehoy dengan Pacarnya
    3 Penemuan Mayat di Bandara
    Terkuak, Ternyata Bukan Lilitan Lakban Penyebab Tewasnya Firzha
    4 Geger..Penemuan Jenglot ! Dirontgen dan Tes DNA, Ternyata Hasilnya..
    5 Seorang Kakek Ditabrak Motor
    Saat Menyeberang Jalan
    6 PJ KADES BAWOHOSI VIKTOR MANAO,
    BERSEDIA MELAKSANAKAN DD TA.2018 YANG SUDAH TERLAMBAT.
    7 Fakta Baru: Selain Sakit Hati,Memang Niat Memperkosa
    8 Korupsi Peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih
    Bupati Bengkalis Mangkir dari Panggilan KPK
    9 Seorang Pria Tewas Saat Mandi di Air Terjun Batu Dinding Kampar
    10 Kepala Hancur, Otak Berserakan, Leher Koyak, Ilham Parapat Tewas
     

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Suara buruh | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Opini | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2015-2016 mimbarkita.com
    Suara Keadilan Untuk Kebenaran